Masuk

Berita

Teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP) Solusi Atasi Kemacetan

SENIN , 10 OKTOBER 2016 11:38


JAKARTA -- Keberhasilan Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (Kemen PUPR) menemukan inovasi berupa  teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP) yang merupakan pengembangan teknologi Corrugated Sheel Arch mendapat apresiasi dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Teknologi infrastruktur tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan flyover menggunakan konstruksi konvensional.

Keunggulan dari teknologi ini diantaranya dapat menghemat dana hingga 60-70 persen dan dapat menghemat waktu pengerjaan hingga 50 persen jika dibandingkan dengan konstruksi konvensional. Selain itu juga ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit material konstruksi terutama bahan alam. Salah satu pemanfataan teknologi MCP sudah diterapkan dalam pembangunan jembatan layang Antapani Bandung. 
 
Teknologi CMP itu diperkenalkan dalam Pekan Inovasi Sains dan Teknologi Balitbang Kementerian PUPR yang mengusung tema “Dengan Inovasi Sains dan Teknologi Kita Percepat Pembangunan Infrastuktur Menuju Masyarakat Sejahtera” pada 9-11 Agustus lalu. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini pemerintah sangat gencar melakukan pembangunan infrastruktur yang bertujuan tidak lain  untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

''Tentu saja dalam pembangunan infrastruktur tersebut, diperlukan kerja keras dengan penuh inovasi sehingga pembangunan infrastruktur dapat lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah," ujar Basuki.

Ia menambahkan, setiap tahunnya anggaran Balitbang Kementerian PUPR selalu meningkat. Untuk itu, Basuki berharap Balitbang Kementerian PUPR mampu menciptakan dan mengembangkan beragam inovasi yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, proyek-proyek infrastruktur tidak bisa lagi dibangun dengan cara-cara konvensional tapi harus dengan penuh  kreativitas dan  inovasi. 

“Saya kira, itulah salah satu  tantangan yang dihadapi oleh Balitbang Kementerian PUPR,” ungkapnya.