Masuk

Berita

Masterpiece Pusjatan untuk pelaksana pembangunan Jalan dan Jembatan

SENIN , 12 FEBRUARI 2018 15:02


Teknologi jalan dan jembatan hasil penelitian Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan), terus dikembangkan dan saat ini fokus terhadap penerapannya. Salah satu tujuan dihasilkannya teknologi tersebut adalah membantu para pelaksana pembangunan menghasilkan jalan dan jembatan yang lebih baik dan berkualitas.

Hasil penelitian seperti Judesa, asbuton, jalan wisata, anjungan pelayanan non tol, tambal cepat mantap, Corrugated Mortar Pusjatan (CMP), dan aspal plastik saat ini penerapannya banyak dilakukan di kabupaten kota di seluruh Indonesia.

Pusjatan dengan tenaga ahlinya melakukan advis teknik dalam penerapan teknologi tersebut. Advis teknik ini diberikan agar penerapan teknologi dapat dilakukan secara optimal, terutama dalam bentuk skala penuh pembangunan jalan dan jembatan.

Banyaknya permintaan advis teknik dari daerah yang harus dilayani, terutama untuk teknologi Judesa, asbuton, tambal cepat mantap, CMP, dan aspal plastik, dapat terjadi tenaga ahli ataupun peneliti mempunyai keterbatasan untuk memenuhi seluruh permintaan advis. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, perlu adanya transfer ilmu kepada penerus-penerus tenaga ahli atau peneliti.

Bertempat di kampus Pusjatan, selama empat hari mulai dari  5 Februari 2018 sampai dengan 8 Februari 2018 dilaksanakan kegiatan “Training of Trainer” dengan narasumber   peneliti, tenaga ahli, sesuai dengan bidangnya. Tenaga ahli atau peneliti tersebut diantaranya, Madi Hermadi untuk asbuton, Nono untuk tambal cepat mantap, Untung Cahyadi untuk jalan wisata, Parbowo untuk anjungan pelayanan jalan tol,  Dani Harmadi untuk aspal plastik memberikan paparan dan pemahaman kepada para peserta. Budi Prasetyo Doelrachman, Kepala Balai Litbang  Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan, pusat KPT yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan ini mengatakan,:“Peneliti atau tenaga ahli yang menyampaikan materi-materi ini adalah orang yang tahu persis detailnya penelitian-penelitian tersebut. Oleh karena itu akan dapat men-transfer secara utuh teknologi-teknologi tersebut. Terutama akan maksimal dalam memberikan pemahamannya.”

Madi Hermadi peneliti dan juga Kepala Loka asbuton disela-sela memaparkan materi asbuton juga menyampaikan bahwa para narasumber adalah orang yang tahu betul dan menguasai sepenuhnya serta akan memberikan pemahaman yang maksimal.

Melengkapi penjelasan materi di kelas, peserta juga mengunjungi labolatorium yang ada di lingkungan Pusat Litbang Jalan dan Jembatan. (Humas)